Bangun Citra Pariwisata Daerah, Kemenpar Fokus pada Penguatan Konten Digital dan Strategi Komunikasi
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak generasi muda Banyumas menjadi ujung tombak promosi destinasi melalui konten kreatif di media sosial guna memperkuat branding Wonderful Indonesia.
Banyumas – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong penguatan konten kreatif berbasis media sosial untuk membangun citra positif pariwisata daerah. Langkah ini dinilai krusial guna menghadapi persaingan antar-destinasi wisata yang semakin kompetitif.
Kepala Bidang Pengembangan Komunikasi dan Pemasaran Kemenpar, Moriska Hapsari, menegaskan bahwa generasi muda memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam mempromosikan potensi daerah melalui narasi digital yang menarik.
“Sebagai generasi muda Banyumas, kita merupakan ujung tombak dalam menghidupkan dan menyampaikan cerita tentang kekayaan Banyumas sebagai destinasi wisata,” ujar Moriska dalam Bimbingan Teknis bertajuk “Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial” di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Kemenpar, Komisi VII DPR RI, serta Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas. Tujuannya adalah memperkuat identitas pariwisata Indonesia mulai dari tingkat daerah.
Menurut Moriska, pembangunan sektor pariwisata tidak boleh hanya terpaku pada pengembangan fisik destinasi, tetapi juga pada cara destinasi tersebut dikenal dan memiliki citra kuat di mata wisatawan. Kemenpar kini berfokus pada penguatan branding Wonderful Indonesia melalui peningkatan kesadaran (awareness), pembangunan kepercayaan, serta stimulasi minat wisatawan.
“Dalam pembangunan pariwisata, kita tidak hanya berbicara soal destinasi, tetapi juga bagaimana destinasi tersebut ingin dikenal dan memiliki citra yang kuat di benak wisatawan,” jelasnya.
Strategi yang diusung mencakup komunikasi yang terintegrasi, kolaborasi lintas pemangku kepentingan, serta distribusi konten promosi yang terukur. Program ini juga selaras dengan prioritas Kemenpar lainnya, seperti gerakan wisata bersih, pariwisata 5.0, pariwisata berkelanjutan menuju net zero, hingga pengembangan kegiatan berbasis kekayaan intelektual (IP) lokal.
Lebih lanjut, Moriska menekankan bahwa proses branding sangat dipengaruhi oleh persepsi wisatawan yang terbentuk di ruang digital. Pengalaman pribadi yang dibagikan oleh orang lain di platform seperti TikTok, Facebook, dan YouTube menjadi faktor penentu dalam membangun opini publik terhadap suatu destinasi, termasuk di pasar internasional.
Meski platform digital sangat menentukan, ia menegaskan bahwa kualitas konten tetap menjadi kunci utama. Melalui bimbingan teknis ini, Kemenpar mengajak para peserta meningkatkan keterampilan teknis agar mampu menghasilkan konten yang relevan, informatif, dan efektif.
“Harapannya, konten yang dibuat tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun persepsi yang diinginkan dalam rangka memperkuat citra destinasi,” tutup Moriska. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

