TIMES BANYUMAS, BANJARNEGARA – Masyarakat Banjarnegara merayakan pergantian tahun dengan memanjatkan doa bersama dan bershalawat di Alun - alun kota bersama Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana dan Wakhid Jumali Lc, Rabu malam (31/12/2025).
Tidak ada lagi pesta kembang api dan gebyar musik seperti tahun - tahun sebelumnya, walau di pinggiran kota masih terdengar dentuman kembang api yang dinyalakan warga kala detik - detik pergantian tahun.

Langkah ini diambil Pemerintah Kabupaten Banjarnegara sebagai bentuk empati dan solidaritas atas serangkaian bencana alam yang menimpa tanah air, khususnya musibah tanah longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara pada November lalu, serta bencana di wilayah Aceh dan Sumatra.
Bupati dan Wakil Bupati Berbaur dengan Warga
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, bersama Wakil Bupati Wakhid Jumali dan jajaran Forkopimda hadir membaur bersama rakyat. Acara yang dimulai pukul 21.00 WIB ini menghadirkan Habib Zaidan bin Yahya dan Gus Ahmad Muzakki Mabrur, yang diiringi oleh grup hadroh Sekar Langit.
Penjabat (Pj) Sekda Banjarnegara, Tursiman, dalam laporannya menyampaikan bahwa perubahan konsep perayaan tahun baru ini merupakan arahan langsung dari pimpinan daerah.
"Malam ini kita menyelenggarakan Banjarnegara Bersholawat sebagai bentuk empati kita kepada saudara-saudara kita di Situkung, Pandanarum, serta saudara kita di Sumatra dan Aceh yang sedang diuji bencana. Kita ingin menutup tahun dengan introspeksi diri," jelasnya.
Meski dibalut suasana religi, Pemkab Banjarnegara tetap mendorong kebangkitan ekonomi lokal. Rangkaian pergantian tahun ini sudah dimulai sejak 29 Desember melalui gelaran Pasar Rakyat.
Menariknya, seluruh tenda yang disediakan di Alun-alun digratiskan bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. "Bupati ingin membaur dengan masyarakat tidak hanya dengan hiburan, tapi juga menonjolkan potensi UMKM dan ekonomi kreatif kita," imbuh Pj Sekda Tursiman.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, dalam sambutannya mewakili bupati mengajak masyarakat untuk menjadikan momen pergantian tahun sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
"Semoga tahun baru ini kita semua senantiasa bertambah keberkahannya," kata Wakhid Jumali yang akrab disapa Gus Wakhid tersebut dengan bahasa Jawa. Acara ditutup dengan doa bersama dan sholawat bersama Habib Zaidan Bin Yahya hingga pergantian tahun 2026. (*)
| Pewarta | : Muchlas Hamidi |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |