Ribuan Umat Muslim Ikuti Salat Idul Adha 1447 H di Alun-Alun Banjarnegara
Salat Idul Adha 1447 H di alun-alun Banjarnegara. (FOTO: Dok Kominfo Banjarnegara)

Ribuan Umat Muslim Ikuti Salat Idul Adha 1447 H di Alun-Alun Banjarnegara

Ribuan umat muslim menghadiri pelaksanaan salat Idul Adha 1447 H di Alun-Alun Banjarnegara. Khatib mengingatkan pentingnya mengendalikan ego dan menjaga keharmonisan keluarga.

TIMES Banyumas,Rabu 27 Mei 2026, 19:41 WIB
595
M
Muchlas Hamidi

BanjarnegaraPelaksanaan salat Idul Adha 1447 H di Alun-Alun Banjarnegara berlangsung khidmat dengan diikuti oleh ribuan umat muslim dari berbagai daerah di kota ini, Rabu (27/5/2026).

Salat Idul Adha dilaksanakan tepat pukul 06.15 WIB dengan imam Ustadz Aris Budiyanto SPd, yang merupakan pengurus DOC Syarikat Islam Banjarnegara. Sementara itu, bertindak sebagai khatib adalah Ustadz Adam Huda Haqiqi Lc, Pengurus PC Pemuda Muslim Kabupaten Banjarnegara.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono SE MSi, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Refleksi Mengendalikan Hawa Nafsu

Ustadz Adam dalam khotbahnya menekankan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban. Momentum ini menjadi refleksi mendalam untuk menyembelih ego, menundukkan keserakahan, dan mengendalikan hawa nafsu di tengah tantangan zaman modern.

article

Mengutip nasihat dari Syekh Ibnu Atha'illah as-Sakan dalam kitabnya, khatib menyampaikan bahwa akar dari setiap maksiat, kelalaian, dan syahwat adalah rida atau pemuasan terhadap nafsu. Sebaliknya, akar dari setiap ketaatan, kesadaran, dan kesucian diri adalah tidak menuruti nafsu.

Khatib menjelaskan, dengan membuang ego tersebut, hati manusia diharapkan dapat kembali jernih dan menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya pusat orientasi hidup.

Ustadz Adam juga menyampaikan bahwa di era modern saat ini, tantangan atau 'berhala' tidak lagi berbentuk patung, melainkan menjelma dalam bentuk gila hormat, keserakahan jabatan, serta gaya hidup hedonisme.

Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

Dalam kesempatan tersebut, khatib juga memaparkan hal penting terkait kehidupan dan keharmonisan keluarga dengan menukil kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

article

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang penuh kasih sayang dan takzim sebagai kunci keharmonisan. Menurutnya, Nabi Ibrahim tidak bersikap otoriter, melainkan mengajak putranya berdialog sebelum melaksanakan perintah Tuhan.

Keteladanan ini, lanjut Ustadz Adam, menjadi jawaban bagi krisis keluarga saat ini, di mana kesibukan orang tua kerap menciptakan jarak dengan anak-anak.

"Jika kita ingin menyelamatkan masa depan daerah dan umat, mari dekap kembali anak-anak kita dengan dialog yang penuh kasih sayang," tegas Ustadz Adam. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyumas, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.