Warga Wanayasa Banjarnegara Cemas, Tiga Hari Dilanda Gempa Bumi Misterius
Daerah pemukiman penduduk di Bantar dan Kubang Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara yang merasakan gempa bumi. (FOTO: Dok Kominfo Banjarnegara for TIMES Indonesia)

Warga Wanayasa Banjarnegara Cemas, Tiga Hari Dilanda Gempa Bumi Misterius

Warga Bantar dan Kubang Kabupaten Banjarnegara resah getaran mirip gempa tak tercatat BMKG. Kajian BMKG–BPBD: getaran dari pelepasan energi batuan lokal, dipicu hujan dan patahan aktif.

TIMES Banyumas,Jumat 20 Februari 2026, 07:47 WIB
428
M
Muchlas Hamidi

BANJARNEGARAWarga Desa Bantar dan Kubang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, beberapa hari ini dilanda gempa bumi, namun anehnya tidak terdeteksi oleh BMKG.

‎Hal ini memicu kecemasan warga. Belakangan baru muncul informasi bahwa fenomena getaran yang tidak tercatat dalam sensor gempa nasional mulai terjawab setelah otoritas terkait melakukan kajian cepat di lokasi kejadian.

‎Untuk diketahui, serentetan getaran mulai dirasakan warga Dusun Jomblang (Desa Kubang) dan Desa Bantar sejak 10 Februari 2026. Warga di Dusun Jomblang meraskan guncangan pertama terjadi sekitar pukul 20.00 WIB dan berlanjut hingga dini hari.

‎Intensitas getaran mencapai puncaknya pada malam 16 Februari hingga dini hari 17 Februari 2026. Warga melaporkan merasakan guncangan hingga 5 kali dalam semalam. 

article

‎Hal inilah yang menyebabkan warga semakin ketar - ketir apalagi sempat mendengar suara dentuman dari dalam tanah dan anehnya informasi resmi dari BMKG pada saat itu menyatakan tidak ada aktivitas gempa tektonik yang terekam.

‎Dibentuk Tim Gabungan BMKG dan BPBD Banjarnegara 

‎Pada Rabu (18/2/2026) Pemkab Banjarnegara melalui BPBD Banjarnegara dan BMKG kemudian membentuk tim untuk merespon kekhawatiran warga Desa Bantar dan Kubang. Tim kemudian melakukan kajian dengan melakukan kunjungan ke sejumlah titik lokasi gempa.

‎Tim yang dipimpin oleh Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjarnegara, Ir. Junaedi, mengungkap beberapa temuan krusial yaitu Kondisi Geologi di Wilayah Bantar berada di atas formasi rambatan yang terdiri dari lapisan serpih, napal, dan batu pasir dengan ketebalan mencapai 300 meter. 

‎Diketahui, lapisan tersebut berada di bawah formasi gunung api Jembangan. Analisis geologi juga menunjukkan adanya aktivitas patahan atau sesar aktif di bawah permukaan. 

‎Disimpulkan, suara dentuman dan getaran yang dirasakan warga diduga berasal dari pelepasan energi pada lapisan batuan di bawah formasi rambatan.

‎Faktor lingkungan serta intensitas hujan yang tinggi dalam durasi lama kata Junaidi diduga menjadi pemicu terjadinya getaran. "Air hujan yang meresap meningkatkan beban massa batuan dan melumasi bidang patahan, sehingga memicu pergeseran," jelas Junaedi.

‎Karena skala gempa yang sangat lokal dan berada di kedalaman dangkal namun teredam lapisan batuan tebal, sensor jarak jauh milik BMKG dan PVMBG tidak menangkap sinyal tersebut sebagai gempa tektonik besar.

‎Meski demikian, data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Dieng kemudian merilis data getaran yang tercatat pada alat mereka di periode kritis,16 Feb (22.06 WIB), gempa tektonik jauh (Amplitudo 8mm). Kemudian pada 17 Feb (03.20 WIB), gempa tektonik lokal (Amplitudo 42.7, durasi 46 detik).

‎Data ini mengonfirmasi bahwa memang terjadi aktivitas seismik lokal yang cukup kuat untuk dirasakan warga namun bersumber sangat dekat.

‎Guna memberikan rasa aman dan data yang lebih akurat, BMKG telah memasang seismograf portabel di tiga titik strategis yaitu di SDN 1 Bantar, Rumah Kepala Desa Bantar, Dusun Jomblang, Desa Kubang. 

‎BPBD Banjarnegara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta segera melapor jika menemukan rekahan tanah baru, amblasan, atau kerusakan bangunan. 

‎Selain itu, masalah 22 rumah yang rusak sejak 2022 dan sedang dalam proses usulan relokasi tetap menjadi prioritas meskipun masih terkendala pengadaan lahan. 

‎"Kami dan tim gabungan terus memantau pergerakan tanah di bawah kaki gunung api Jembangan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan atau gerakan tanah yang lebih masif," imbuh Junaedi, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjarnegara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muchlas Hamidi
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyumas, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.