Tinjau Tanggul Irigasi Gemuruh yang Jebol, Dirjen SDA Targetkan Perbaikan Rampung 30 Hari
Dirjen SDA Kementerian PU Arnold Aristoteles meninjau tanggul irigasi Gemuruh di Banjarnegara yang jebol. BBWSSO menargetkan perbaikan permanen selesai dalam 30 hari.
BANJARNEGARA – Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, meninjau lokasi jebolnya tanggul irigasi Gemuruh di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Senin (1/6/2026). Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat pasca-insiden yang terjadi beberapa hari lalu.
Dalam peninjauan tersebut, Dirjen SDA didampingi oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Maryadi Utama, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana, serta jajaran dinas terkait.
Menurut Arnold, langkah cepat ini diambil guna memastikan progres penanganan darurat sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur vital yang mengairi ratusan hektare lahan pertanian warga. Penanganan ini menjadi prioritas agar suplai air ke lahan persawahan petani tidak terganggu lebih lama.
"Kami menargetkan perbaikan teknis permanen dapat segera selesai setelah penanganan darurat ini tuntas," tegas Arnold.

Berdasarkan investigasi awal, insiden jebolnya tanggul dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem dan usia infrastruktur yang sudah tua. Kondisi tersebut diperburuk oleh penurunan struktur tanah di sisi tanggul yang sudah lama tidak mendapatkan rehabilitasi besar. Akibatnya, derasnya arus air menggerus fondasi tanggul yang rapuh hingga akhirnya jebol.
"Selain faktor alam, ada juga faktor kelalaian manusia. Banyaknya penyodetan irigasi secara ilegal turut memicu terjadinya longsor," imbuh Arnold.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BBWSSO Serayu Opak, Maryadi Utama, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan dua skema penanganan yang berjalan secara paralel. Fokus utama saat ini adalah menutup celah tanggul menggunakan material batu dan bronjong sebagai penahan sementara, sembari menyiapkan rekonstruksi permanen.
Ditarget Selesai 30 Hari
"BBWSSO menargetkan perbaikan bendung atau tanggul yang jebol ini akan rampung sepenuhnya dalam kurun waktu sekitar satu bulan," ungkap Maryadi.
Untuk mengantisipasi ancaman kekeringan bagi petani selama masa rekonstruksi, Maryadi menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi pengairan darurat berupa pompanisasi.
"Sementara ini kita akan memompa air dari Saluran Sekunder Siwuluh untuk mengairi lahan terdampak selama proses rekonstruksi berjalan. Sampai saat ini, penanganan di lapangan masih berjalan lancar tanpa kendala berarti," tambahnya.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian PU dan BBWSSO yang telah merespons cepat kerusakan irigasi Gemuruh. Terkait langkah teknis perbaikan, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menyerahkan sepenuhnya kepada tim ahli dari BBWSSO.

"Mengenai teknik perbaikan, kita pasrahkan kepada BBWSSO untuk melihat metode mana yang paling efektif dan cepat. Sementara untuk kebutuhan air petani di wilayah bawah, kita akan mengoptimalkan potensi air yang ada, salah satunya lewat pompa dari Saluran Siwuluh. Semoga sinergi ini bisa meminimalkan dampak kerugian bagi masyarakat," kata Amalia.
Secara terpisah, Kepala Desa Gemuruh, Herman Jogo, menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa telah melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak melakukan penyodetan saluran irigasi secara ilegal karena menjadi salah satu pemicu longsornya tanggul.
"Memang tidak hanya karena sodetan, tetapi juga akibat penanaman rumput gajah di tanggul irigasi yang ternyata menjadi sarang tikus. Kami sudah membuat larangan untuk menanam rumput ini di sepanjang tanggul irigasi," jelas Herman.
Diberitakan sebelumnya, bencana longsor yang menyebabkan tanggul irigasi Gemuruh jebol ini mengancam total 161 hektare sawah terdampak di Kecamatan Bawang, Banjarnegara. Dari jumlah tersebut, 121 hektare sawah terancam gagal panen, sementara 40 hektare di antaranya telah berhasil dipanen sebelum insiden terjadi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

