Sembilan Wisatawan Objek Wisata Seakong Banjarnegara Tersambar Petir saat Berteduh
Sembilan wisatawan Seakong, Banjarnegara, tersambar petir saat berteduh di shelter. Tak ada korban jiwa, seluruh korban dirawat dan biaya ditanggung pengelola.
BANJARNEGARA – Sembilan orang pengunjung objek wisata Seakong, Wanadadi Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tersambar petir saat berteduh di selter sebelah timur kawasan objek wisata tersebut, Minggu (29/3/2026) sore.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, semua korban berhasil selamat setelah mendapat perawatan dokter di Puskesmas Wanadadi dan RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara.
Sembilan korban yakni Manisem, Ranem, Riyanto, Surni, Khalimah, Meilani, Tulus, Deswita, dan Endon Indriyani. Mereka semua adalah warga Desa Pekandangan, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara.
Kronologis Kejadian
Uji Mugi Santosa selaku anggota Pokdarwis Wanadadi menyampaikan, insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu para korban tengah berteduh di sebuah shelter timur karena hujan.
Tidak lama kemudian terdengar petir menggelegar tepat disekitar kawasan tersebut. Sehingga menimbulkan kepanikan para pengunjung objek wisata ini.

Tidak lama berselang, kilatan halilintar kembali terjadi dan petir kedua ini menyambar pohon mahoni dan jaringan listrik yang ada di shelter. Sembilan Orang yang berada di shelter seketika terhubung dan sebagian tidak sadarkan diri.
Uji yang saat berada sekitar 50 meter dari lokasi kejadian bersama teman - temannya kemudian melakukan evakuasi korban dan segera membawa korban ke Puskemas Wanadadi.
"Alhamdulillah mereka tidak mengalami luka, ada sebagian yang alami lebam - lebam," imbuh Uji Mugi Santosa.
Petugas Polsek Wanadadi setelah menerima laporan juga segera melakukan olah TKP dan membantu evakuasi korban dan pendataan korban.
Direktur BUMDes Wanadadi, Prastowo, Agung Prasetyo melalui Ahmad Mualim saat ditanya TIMES Indonesia, Senin (30/3/2026), mengaku prihatin atas kejadian dan pihaknya bertanggung jawab terhadap atas biaya perawatan para korban di Puskesmas Wanadadi.
Diakuinya, pihak BUMDes belum memberlakukan tiket di Objek Wisata Seakong karena masih dalam rintisan. Pengelola hanya mengambil retribusi parkir. Sehingga tidak dapat memberikan atau mengurus asuransi.
"Kami sifatnya hanya membantu meringankan beban mereka. Atas kejadian ini tentu menjadi bahan evaluasi ke depan," jelas Ahmad Mualim.
Terpisah, Kepala Desa Wanadadi Sigit Utoyo menambahkan, ia bersama pengurus BUMDes selaku pengelola Objek Wisata Seakong dan Pokdawis sudah melakukan mediasi dengan keluarga dan perwakilan desa asal para korban.
"Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak pengelola mambantu biaya pengobatan dan sebaliknya mereka menerima dan saling menyadari atas musibah tersebut," ujarnya.
Atas kejadian ini, imbuh Sigit pihaknya sudah mengusulkan agar dipasang penangkal petir di bangunan vital di kawasan Seakong seperti selter utama dan rumah joglo.
Hingga berita ini ditulis, dua orang masih dirawat di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara sedang 7 lainnya sudah sehat. Dikabarkan satu dari dua orang yang masih dirawat karena memiliki riwayat penyakit Jantung. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

